okay i got about a trillionmillionbillion things to talk about. but im just gonna wrap things up.
Jumat, 16 Oktober 2009
wrapping things up for eleven two
Diposting oleh aditz di 08.07 0 komentar
Kamis, 10 September 2009
i hate love
Kata orang, kalo mau ngeblog, Well, saya lagi jatuh cinta, Now, this is the problem. Saya takut menulis tentang cinta. You know, tulisan tentang cinta, adalah tulisan yang paling susah untuk ditulis. Karena, sangat susah menulis tentang cinta tanpa terlihat dangdut, corny, atau downright menya-menye. Saya tidak ingin tulisan yang saya buat jadi terlihat seperti surat cinta mbak-mbak dan mas-mas pembantu rumah: “Kalau kamu jadi madu, aku jadi lebahnya.” Hoek. Atau, “Kalau kamu jadi kumbang, aku jadi sepedanya… sepeda kumbang.” Dobel hoek. For me, what I have with you now, Hmmmmm… Tapi kalau mau dianalogikan, let me get a shot: falling in love with you is like prasmanan tanpa pernah terpuaskan. Semua detail-detail sifat yang kamu tawarkan: quirkiness kamu, ketidaklaziman kamu, kemengertian kamu terhadap keanehanku (begitu pun sebaliknya), seperti di tawarkan dalam piring-piring buffet dengan silver platter yang menyala rapih. Dan kuambil. Kukonsumsi. Namun, aku masih kelaparan. Lalu kuambil, kukonsumsi kembali. Dan aku, tetap kelaparan. Saya bisa menyalahkan ini kepada sifat aku yang menagih -dan tidak pernah puas-, atau kepada kamu yang terus menawarkan cita-rasa yang tak kunjung habis. Atau, kepada keduanya. I can only sum it up: I. Can’t. Get. Enough. Of. You. Waduh. Maaf, lagi puasa, Tuh kan. Maybe I can’t find cool analogies, pretty metaphors, or write a lovey dopey poem (you know, yang kayak “ketika langit tak berbintang, maka aku..”. Damn, Triple hoek dengan cuh), I definitely can’t write music. I’m a comedy writer, therefore I’m not even good with words for these kind of things. So, I’m gonna make this ultra-simple, And I love being with you! I love your giggle, your silly grin, your energetic story-telling (with your hands waving aroud), your sharp bitchiness. I love our awkwardness when our hands meet, and the fact we act it cool.Oh and I love the way you walk, the way you dance, the way you sing (god, the way you sing make angels sound like Doraemon!) and how you apply your personality in a paste. I love the look in your eyes when you showed me those MJ videos, Bruce Lee interviews, those reflective eyes, longing for perfection, filled with deep thoughts and ambitions. The ambitions that I share. The way of thinking that I understand. The unconventional person, you are. You are the odd-shaped jigsaw puzzle that I’m looking to fit. And you completed me. Thus, when they ask me: why do you love her? PS: There. The first rule of blogging: write what you feel. Safely done. No insects involved. repsted from radityadika's with some parts tweaked :D:D
tulislah perasaan paling kuat yang lagi kamu rasakan.
dan saya ingin menulis tentang itu.
lebih dari analogi yang melibatkan serangga.
jadi analoginya nyambung ke makanan. *teehee
the most primitive form of telling how I feel: “I love you”.
I can safely say: what is not to love?
Diposting oleh aditz di 08.27 0 komentar
Minggu, 09 Agustus 2009
sepa and the after party
sepa wohooo. hem so sepa island is an island located about 90 minutes north of jakarta. and believe me. it is a B.E.A.U.T.I.F.U.L. beach. yes people, the beach is still pristine and clear. and it is still in JAKARTA. (kinda contradicts with jakarta's shore itself eh?) the color is like reallly blue-y. white sands and pristine waters. soothing. very soothing. esp. when its sunset. ohhh the oceans are like sparkling in golden-orange rays, and the neighboring islands seems like mirages. oh and i havent gone into the best part yet.
Diposting oleh aditz di 02.59 0 komentar
Label: concerts, events, friends, memories, secondhand serenade
Minggu, 19 Juli 2009
kepada kamu, dengan penuh kebencian
Kepada kamu, Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar. Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya? Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri? Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja. Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa. Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.” Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu. Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan… aku takut sendirian. ----------------------------------------------------------------------------------- by raditya dika, reposted by aditz
Dengan penuh kebencian.
Diposting oleh aditz di 19.09 0 komentar
Label: memories, reflection
Jumat, 10 Juli 2009
bakar duit
woo these last days of holiday are seriously draining my savings. zzz.
Diposting oleh aditz di 08.08 0 komentar
Rabu, 01 Juli 2009
gloomy
im in a bad mood for the last couple of days. like nothing makes me happy. my mom kinda talked about it last night, she said i've changed, and she asked if something happened. all i can say to her is "nothing". yep, i can only lie. i cant really tell whats happenin inside my mind right now.
yes, im thinking about a girl.
a girl who made me melt like butter.
a girl who made my life seem brighter despite life is a big disappointment.
a girl who made me try so hard to change.
a girl that was really close to me.
a girl impossible to find.
the girl who disappoints me just like what life did to me.
Because tonight will be the night
That I will fall for you
Over again
Don't make me change my mind
Or I won't live to see another day
I swear it's true
Because a girl like you is impossible to find
You're impossible to find
Fall For You - Secondhand Serenade
Diposting oleh aditz di 09.07 0 komentar
Label: memories, reflection
Sabtu, 11 Oktober 2008
an urge to blog
yah inilah blog yg uda gua lupain sejak inet gua DIputus (sama babe) skitar 4 bulan lalu. akhirny skrg gara2 rapor gua mending, inet kembali ke rumah gua.
gilak.
yah gua jd bingung ngomong apa. gua cuma td kaget liat blognya zeph, jd keren bgt. gaul. gua juga pengen kae gitu. cuma maklum, tiap plajaran komputer di skul gua madol. mentok2 pake adobe buat crop doang. zzzzzz.
o iya. gua lum smped beli tiket a7x ne. ngomong ma babe aja belon. pengen ngomong, takut digamparin bolak-balik, ga ngomong, gua gamparin gua bolak-balik. sama aja. goblok. speaking of rock, kmaren gua liat Epiphone Les Paul Custom Alpine White Finish-nya kim. anjeng itu keren bgt. bayangin bo. 2 Alnico Classic Humbucker, 3-way pickup switch, all mahogany body, long sustain. anjeng. mana dy beli dengan harga 5 juta "doang" lagi. *FYI, harga pasaran 7-10jt*
kebalikan buat nael. minggu lalu dy liat2 inet buat nyari gitar listrik, uda liat Epiphone, ESP, PRS, Fender, Squier, ampe Gibson. ampe 3 hari lalu, dy jd beli gitar. babenya ama dy k toko gitar (gua lupa namanya) dan blablablablabla,,,,, dy jadi beli 1 gitar. pas diliat pertama dari body, katanya "anjing, stratocaster!" diliat, diliat, pickup, neck, trakir, diatas neck ada tulisan: YAMAHA PACIFICA. JEGER. dari slash jadi toto tewel dahPacifica
Stratocaster
oh skrg gue inget yg bikin gua pengen nulis blog. klo dari blog trakir gua di friendster ada post ttg promnite, dan gua minta maap ma seseorang, GUE SKRG DAH BAEAN SAMA DIA. GYAHAHAHAHAHAHA.
jd pas gua retret, about a month ago, gue inget bgt. jem stengah 9 gitu pas lg talent show, hp gua geter (i know, i know, we're not supposed to turn that thing on) gua liat ada tulisan "New Message from: *****(dia)" GUE KAGET STENGAH MATI. GUE NGERASA KESAMBER GLEDEK, TRUS MALEM TIBA2 JADI TERANG, MANUSIA BETERBANGAN KAYAK BULU AYAM. KIAMAT *lebai*
gua gag brani baca dulu. gua takut isinya adalah kata2 makian dari dia, gua ngumpulin keberanian, tarik napas panjang, push up 20x, lari kliling lapangan 3x(buset dah. lo mang mo ngapain dit) akhirnya gua brani. layaknya ade ray minum irex. Uoh!
gua baca kata pertama, ADIT. wow! ampun! maknyus! hum hallelujah!. okay that's exaggerating.
lalu kata kedua, GUA.
kata ketiga, MAU.
kata keempat, MINTA.
ini yang bikin gua kaget stengah mampus, MAAF.
i said, apa bersetubuh? (what the fuck?) after all she said to me, she apologized? gua stengah gak percaya.
gua reply dengan nada gag percaya. "hah, napa lo? kesambet?"
well, to make a long story short, she aid something that made me smile.
Diposting oleh aditz di 01.45 0 komentar
Label: ga penting, guitar, memories, school
